Pernah merasakan rindu? Ya, hari ini rasanya aku sangat merindukan seseorang.Dia adalah seseorang yang pernah melewati banyak fase bersamaku selama hampir setahun ini. Aku tidak pernah tahu dari mana ceritanya bermula sehingga kami bisa sedekat ini. Dan aku pun tidak pernah tahu bagaimana bisa aku menyayanginya tanpa pernah bisa melupakan ,meskipun dalam keadaan hambar tanpa sapa,lenyap seperti orang yang tak pernah saling mengenal.
Pernah merasakan rasa buah yang manis yang paling kau suka? Ketika buah itu tidak ada lagi kau makan untuk jangka waktu yang lama,setiap membayangkan buah itu tentu tetaplah menjadi sebuah hal yang mustahil jika melupakan rasa manis buah tersebut bukan? Ya,demikianlah yang aku rasakan setiap aku mengingat dia.Meski aku lama bersapa,meski aku lama tak melihatnya namun aku tak pernah melupakan semua fase fase persahabatan kita.
Meski kami pernah mengalami cerita yang akan membuatmu bersikap lebih bijak dengan berusaha tidak mengulanginya lagi,tapi setiap mengingat dirinya hanya rasa manis cerita persahabatan kita yang terecap di otak dan relung hatiku.
sahabatku,aku mencintaimu karena Allah,dan aku besyukur karena Allah telah memberikan rasa cinta itu.Rasa cinta yang merahmati ukhuwah silaturahmi.Tak pernah hentinya aku besyukur pernah memiliki sahabat sepertimu,Yang selalu ada buat aku,mengingatkan aku dalam kebaikan dan kesabaran.
Sahabatku ,terimakasih atas segala kebaikan yang selalu engkau berikan kepadaku,rasa sayangmu yang sungguh sampai kedalam hatiku,kau lebih dari sekedar sahabatku,meskipun sekarang kau tak pernah lagi mau bersapa ucap.
Sahabatku,terimakasih atas pengertianmu akan keterbatasan diriku.Tahukah engkau sahabatku? Betapa aku rapuh nya tanpa kamu lagi disisiku,yang selalu mensuport ku, aku sungguh kehilangan sosok manjamu,yang selalu merengek rengek seperti bocah tapi itu sungguh pemanis sendiri buat persahabatan kita dulu.
Sahabatku,dari sekian banyak kebaikan yang kau berikan ,maafkalah aku ,Maafkan aku karena tak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau,maafkan aku dengan segala keegosianku ,maafkan aku belum bisa jadi penguatmu,layaknya kamu jadi penguatku.
Sahabatku, aku ingin sekali berusaha menjad semua saranmu,aku tau aku paham kamu begitu tak rela tiap menyeka ribuan air mata ku. Meski kamu tak pernah berucap aku mersakan dari semua pelukanmu,matamu.
Sahabatku,terimakasih buat persahabatan kita.
Tak terhalang tanpa bersapa atau bercerita ria kamu tetap sahabatku,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar