Jumat, 13 Juni 2014

MANTAPKAN HATIKU UNTUK MENERIMA PINANGANYA

Tak terasa sudah Hampir 25 tahun aku hidup di dunia. Aku dah merasakan menjadi seorang anak kecil yang manja, nakal, dan bisa dibilang gak tau aturan. Merasakan menjadi remaja yang mencari jati diri dengan kenakalan, kebaikan, rasa ingin tahu.dan segala hal yang dilakukan orang dewasa. Pernah merasakan cinta pertama, sakit hati pertama, diputusin pacarpertama.lalu cinta kedua,ketiga dan seterusnya. sakit hati kedua,ketiga dan seterusnya, menyakiti hati orang lain juga sudah pernah. dan sekarang mencari cinta yang terakhir.

Ya Allah hidupku begitu berwarna. terima kasih atas segala yang Engkau anugrahkan kepada ku. Maafkan aku yang kadang tersesat karena nafsu. Dan sampai umur yang hampir 25 tahun ini juga telah banyak keburukan yang telah aku lakukan.

Ya Allah Hari ini aku meminta kepadamu untuk memantapkan hatiku yang selalu gundah. untuk Menikah dengan laki laki  pilihanku. Ya Allah hilangkanlah kegundahan hatiku dan ketidak yakinanku akan pilihanku, sesungguhnya hambaMu ini lemah hati, dan tak tahu apa yang terbaik untuk diri hamba dan yang terbaik untuk orang yang akan hamba nikahi.

Ya Allah Jika dia menjadi suamiku  nanti, puaskanlah hatiku, tutuplah hatiku, jagalah pandanganku dari laki laki  lain. bimbinglah aku agar bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan dirinya. sesungguhnya engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah Jadikan lah Engkau dan kekasihMu.Muhammad menjadi yang paling aku cintai di dunia dan akhirat ku, dan jangan lah yang menjadi suamiku  nanti membuat aku jauh dari Mu dan ajaran kekasihMu.

Ya Allah Jujur, sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan hubungan aku dengan dia, karena kekurangan-kekurangan yang aku miliki, sehingga aku takut tidak bisa membahagiakannya. dan aku takut sifat jelekku kembali menerpaku sehingga aku tidak bisa menerima kekurangannya dan berpaling kepada laki laki  yang lain. maka mantapkanlah hatiku Ya Allah agar aku bisa membawa amanat kesetiaan yang dia titipkan pada ku. agar aku tidak menyakiti hatinya.

Ya Allah Tutuplah hatiku untuk laki laki  lain,seindah apapun mereka. karena aku tak mau menyakiti laki laki yang menjadi suami hamba . Berikan juga kami keturunan yang baik, yang taat dan iman kepada-Mu, dan berikanlah kami rezeki yang halal untuk kehidupan kami.

Engkau Maha Kaya, Maha Bijaksana, Maha Kuat, Maha Mengatur, Maha Pencipta, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Memiliki , Maha Suci, dan Maha segala galanya.

Dan hanya engkau lah yang mampu membolak balikan rasa pada setiap jiwa manusia .

Amin..

Selasa, 10 Juni 2014

Jalan ini

Waktu,waktu membawa aku ke dalam begitu banyak ruang.Memperkenalkan aku kepada banyak cerita.Dan tentunya memberikan aku banyak pelajaran.
Dia begitu cepat berlalu,dia tak akan kembali.Tapi waktu tak akan pernah benar2 hilang,dia akan tetap tinggal ,abadi itu yang di namakan Kenangan.
Kenangan memang tak harus di hilangkan ,juga tak semestinya di lupakan.Dia akan tertata rapi dan begitu sewajarnya,berada di belakang langkah kaki kita,dia tak kan pernah mendahului kita,juga tak akan bersampingan lagi didekat kita.Dia hanya kenangan dibelakang kita yang masih beberapa kali kita melihat nya.Lalu senyum senyum geli ketiika mengingat ,menangis sendu,atau bahkan tertawa terbahak bahak.
Tapi ,tentu saja kita tidak akan menjadikan kenangan sebagai petuah kehidupan baru.
Waktu itu sangat berharga.
Bahkan lebih mahal dr harga gagdet yang sering kali incar.Lebih mahal dari barang barang branded yang tiap bulan kita koleksi.Seberapa banyak uang kita,kita tak akan pernah mampu membeli waktu yang berlalu tadi.Waktu lebih mahal dari apapun.
Sekalipun menangis tersedu,histeris,menjerit menyesal dia tetap berlalu dan tak akan pernah kembali.
Mungkin beberapa dari kita sering kali menyesal untuk beberapa waktu yang baru saja terlewati,mungkin karena kita tak berhati hati,atau kita tak menggunakan nya dengan semanis mungkin.Itu mungkin sungguh sangat menyesalkan,bahkan menyakitkan .Tapi disitulah lalu kita merenung belajar,memikirkan seberapa penting waktu yang baru saja berlalu tak bermakna.Dan harapan dari kita semua pastinya buat hari berikutnya akan lebih bermanfaat lebih berguna,sehingga kita tak akan menyesali menit yang baru saja berlalu.
Aku mungkin tak akan semenyesal ini.jika aku tidak menuruti ego dan keinginan yang kurang masuk akal ini.Rasanya seluruh air mata mau tumpah tak tertahankan,rasa rasanya seperti mau menjerit dan menyalahkan diri sendiri.Namun,lagi lagi aku berdiam diri,memikirkan,dan masih memikirkan.Kalau aku menangis tanpa henti,apa mungkin waktu yang berlalu dapat kembali.jawabanya tetap Tidak.
Dari sini,maka kita semua wajib dan harus mengambil hikmahmya.
Berjalan seiring waktu dengan sangat hati hati,menggunakanya dengan sebaik mungkin,karena jika tidak dia akan berlalu menyakitkan .Dan dia tak akan bisa di raih kembali.

Rabu, 04 Juni 2014

PERPISAHAN ITU

Add caption


Aku masih merasakan udara yang sama.Masih berdiam di tempat yang sama.Tapi yang kurasakan tak lagi sama,kesunyian ini bernama Tanpamu.


Sebenarnya ,aku tak ingin semua ini berakhir.Saat semua terancang dengan hebat dan sempurna,saat perhatiaan perhatiaan kecil itu menjelma menjadi candu rindu yang menancapkan getar getar bahagia.Tapi,bukankah prediksi manusia selalu terbatas? Aku tidak bisa terus menahan dan mengubah sesuatu yang mungkin memang harus terjadi.  Perpisahan harus terjadi untuk pertemuan awal yang pasti akan memunculkan perasaan bahagia itu lagi.

Tidak dipungkiri,dan aku tidak harus menyangkal diri ,bahwa selama rentan waktu tanpamu,aku merasa ada sesuatu yang hilang. Ketika pagi, kau menyapaku dengan lembutnya .Saat siang ,kamu sekedar mengingatkan untuk tidak terlambat makan. Saat sore,kamu menyapaku lagi,bercerita tentang hari harimu,lelahmu,dan bahagiamu pada hari itu. Saat malam,kamu menjerat pikiranku untuk berfokus pada suaramu yang mengalun lembut melewai lempengan-lempengan dingin handphoneku. Dan aku rindu,rindu semua hal yang bisa kita lalui hingga waktu terasa begitu cepat berlalu saat kita melaluinya bersama. 

Dan akhirnya perpisahan itu tiba,sesuatu yang selalu kita benci kedatanganya,tapi harus selalu kita lewati tanpa  kita tahu kapan itu akan terjadi.Dengan segala ketidaksiapan yang menggerogotiku ,aku harus tetap melepaskanmu. Kau temukan jalanmu,aku temukan jalanku. Kita bahagia dalam jalan kita masing-masing. Kamu berpegang pada prinsipmu,aku berpegang pada perasaanku. Kita berbeda dan memang tak harus jalan beriringan.

Semua berjalan dengan cepat.Sapa manjamu,tawa renyahmu,cerita lugumu dan segala hal yang membuat otakku penuh karenamu. Dan ,aku harus membuang dan menghapus itu semua dari memori otakku agar kamu tak lagi mengendap-endap masuk ke dalam hatiku. Lalu membuat kenangan itu menjadi nyata dan kembali menjadi realita.Mari mengiklaskan,setelah ini akan ada pertemuan yang lebih menggetarkan hatiku dan hatimu.Akan ada seseorang yang masuk ke dalam hidupmu dan hidupku.Dia akan menjadi alasan terbesar saat doa terucap lalu aku dan kamu menyisipkan namanya .Selamat menemukan jalanmu.

Percayalah bahwa perpisahan ini untuk membaikan hidupmu dan hidupku.Bahwa setelah perpisahan ini,akan ada rasa bahagia bertubi tubi yang mengecupmu dengan seringnya. Percayalah,bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil dari pertemuan singkat ini. Semua butuh proses dan waktu saat kamu harus kehilangan sesuatu yang terbiasa kau rasakan.baik baik ya....

Senin, 02 Juni 2014

Poto ini

Beberapa waktu yang lalu, sebuah foto yang menyentuh hati tersebar di internet. Foto itu menggambarkan seorang pria yang menggendong wanita lanjut usia dengan kain gendongan, seperti seorang ibu yang menggendong anaknya. Foto itu begitu mencuri perhatian dan banyak orang yang bertanya, siapa dia? Siapa yang digendongnya? Apa yang sedang mereka lakukan?

Foto tersebut rupanya adalah foto seorang pria yang sudah berusia 62 tahun dan bernama Ding Zhu Ji. Ia sedang berada di salah satu rumah sakit di China untuk mengantarkan ibunya. Sang ibu yang sudah berusia sangat tua, ringkih dan mengalami patah tulang, akhirnya digendong oleh Ding Zhu Ji ke rumah sakit. Ia melakukannya karena berpikir bahwa menggendong ibunya ke rumah sakit akan lebih cepat sampai dan dirinya tidak akan merasa terlalu lelah walau menggendong ke sana.

Pria ini sama sekali tak menduga bahwa apa yang ia lakukan akan mencuri perhatian banyak orang. Pemandangan yang begitu menyentuh ini kemudian diabadikan oleh seseorang dalam bentuk foto yang kini beredar luas di internet. Selain itu, CCTV rumah sakit juga sempat merekam momen di mana pria ini menggendong ibunya yang nampak seperti bayi.

Sang ibu saat ini sudah berusia 85 tahun, namun Ding Zhu Ji mengisahkan bahwa ia sangat berhutang budi pada ibunya. Saat masih mengandung Ding Zhu Ji usia 6 bulan, keduanya nyaris dilempar ke laut karena sang ibu tidak sengaja menghilangkan kartu identitas naik perahu bersama prajurit Taiwan. Banyak orang yang memohon agar ibu Ding Zhu Ji yang sedang mengandung itu tidak dilempar ke laut, hingga detik-detik menegangkan itu berubah melegakan karena ada orang yang menemukan kartu identitas mereka.

Ding Zhu Ji yang mendengar kisah itu dari ibunya menjadi semakin sayang pada wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya tersebut. Meski merupakan anak sulung, dirinyalah yang paling dekat dengan sang ibu. Bahkan hingga setua ini pun, ia masih merawat sang ibu. Ding Zhu Ji juga merasa bersalah karena tak menjaga ibunya dengan baik sehingga mengalami patah kaki kiri. Ding Zhu Ji pernah sangat ingin membawa ibunya yang sudah menua dan mulai pikun untuk pulang dan menemui saudara di Tiongkok. Sayangnya sebelum itu sempat terjadi, sang ibu sudah kehilangan ingatannya dan hal itu membuatnya sangat menyesal.

Anda pasti pernah sejenak mengingat masa kecil Anda, kemudian membandingkannya dengan masa sekarang di mana Anda sudah dewasa dan bisa memilih serta memutuskan apa yang Anda inginkan. Masa kecil Anda dengan orang tua yang menimang dan menyayangi, sesekali memarahi dan membuat kita menangis atau kesal. Namun semua itu pada dasarnya adalah wujud kasih sayang orang tua yang ingin selalu bisa melindungi anaknya.

Lantas, sudah berbuat apakah kita pada orang tua? Bayangkan bila kita tua nanti. Kita bukan lagi sosok yang kuat dan bergairah seperti sekarang. Kita sudah menjadi sosok yang rapuh dan perlahan tapi pasti, usia akan memundurkan semua kemampuan kita. Kita akan kembali seperti bayi yang butuh pertolongan anak-anak kita.

Ding Zhu Ji adalah sebuah inspirasi nyata mengenai anak yang berbakti pada ibunya. Bagaimanapun orang tua kita sudah menua dan pikun, dahulunya mereka adalah orang yang selalu menuntun kita berjalan, mengajari kita bicara, tempat berlindung dan mencurahkan air mata, tempat bermanja yang tulus dan menyayangi kita. Berbaktilah pada orang tua. Lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan mereka selagi kita masih bersama mereka.

Tunjukkan kehadiran Anda yang tersenyum tulus padanya. Maka tak ada yang lebih membahagiakan kedua orang tua Anda selain anak-anaknya yang masih mengingat dan menyayangi mereka.

Dikisahkan kembali kisah nyata ini, untuk bisa kita ambil hikmahnya bersama, semoga.