Selasa, 26 Agustus 2014

MEREBUT SUAMI ORANG,JADI SELINGKUHAN BUKAN HAMBATAN,YANG PENTING AKU PEMENANGNYA. LOL

Sayang, masih ada saja wanita yang rela dijadikan objek selingkuhan untuk bisa merebut suami orang.

Bagi laki-laki, tidak ada godaan yang lebih besar daripada godaan wanita. Dalam status sosial dan ekonomi apapun, kehadiran wanita dalam kehidupan laki-laki akan selalu menarik perhatian.

Bahkan tak jarang kehadiran seorang wanita bisa membuat banyak laki-laki jatuh bangun dibuatnya.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak serta merta menjadikan semua wanita sebagai individu-individu penggoda. Mereka tetap mempunyai kontrol terhadap dirinya sendiri agar tetap disegani dan dihormati keberadaannya.

Sayangnya, masih banyak wanita yang acapkali mengabaikan kemuliaan martabat dan pentingnya arti sebuah kehormatan. Mereka dimanjakan oleh nafsu sehingga rela melakukan berbagai hal yang justru merusak nama baiknya sendiri.

Salah satunya adalah wanita yang mau bersusah payah dan berselingkuh untuk bisa merebut suami orang.

Sampai sekarang saya masih suka bingung sendiri, kenapa ada wanita yang ngotot mau mendapatkan suami orang? Tak hanya itu, wanita perebut suami orang sepertinya juga mudah terbuai dengan bualan lelaki yang mengatakan bahwa ia akan menceraikan isterinya pada saatnya nanti.

Hal apakah yang bisa mendorong seorang wanita bisa berbuat demikian?

Mungkinkah kemilau harta dan kenikmatan hidup telah mendorong wanita-wanita tersebut rela melakukan apa saja selama sang lelaki bisa jatuh ke dalam pangkuannya? Atau mungkin itu dikarenakan oleh cinta?

Cinta Bukanlah Alasan untuk Merebut Suami Orang

Rasanya sulit untuk menerima, apalagi memaklumi, cinta sebagai alasan merebut suami orang. Bagi saya, alasan tersebut nampak dibuat-buat dan sebuah pembenaran yang dipaksakan.Karena kalau dipikirkan kembali, menggunakan cinta sebagai dalih untuk merebut suami orang adalah perbuatan menipu diri sendiri.

Karena cinta tidaklah buta, dan cinta tak mungkin mendorong kita untuk berbuat kerusakan. Apalagi sampai menghancurkan rumah tangga orang lain.

Kalau ada yang bersikukuh cinta itu buta, maka sebenarnya itu adalah cinta yang dibutakan oleh nafsu semata. Sehingga apabila ada wanita yang mengatasnamakan cinta untuk merebut suami orang, maka saya yakin cinta sesungguhnya bukanlah pada sang lelaki.

Tapi pada apa-apa yang bisa diberikan sang lelaki berupa harta ataupun hal-hal lain yang bisa memenuhi nafsu dan gengsinya. Dengan begitu, cukup adil kiranya jika saya mengatakan bahwa wanita perebut suami sebenarnya adalah wanita-wanita pemalas.

Malas mensyukuri, malas berusaha, malas mewujudkan harapan dengan cara yang benar.Rasa malas ini pada akhirnya menjadikan mereka individu-individu yang pesimis dan selalu ingin hidup dengan cara instan.

Menggunakan Anak Sebagai Senjata

Yang anehnya lagi, wanita perebut suami suka dengan “polosnya” membuat anak. Seolah-olah anak hasil selingkuhan adalah stempel mujarab untuk membuat sang lelaki tak berdaya dan takluk pada kemauan sang wanita.

Jika dirasa perlu, mereka pun tak sungkan untuk memainkan peran sebagai korban tipu daya laki-laki dan menggunakan anak hasil selingkuhan sebagai alat untuk mendapatkan belas kasihan.

Alangkah menyedihkan jika kita memikirkan kehidupan anak-anak yang dihasilkan dari perselingkuhan. Kelak mereka akan hidup dalam dunia yang membingungkan, serba salah, dan tentunya memalukan.

Wanita perebut suami, tidakkah mereka berpikir bahwa segala upaya untuk bisa “memenangkan” suami yang tergoda hanya akan berujung pada rasa sakit? Kalaupun seorang wanita berhasil merebut suami orang dan kemudian menikah dengan lelaki selingkuhannya tersebut, tidakkah dia berpikir bahwa hal yang sama bisa terjadi pada dirinya?

Bukankah seorang suami yang bisa dengan mudah berselingkuh dan meninggalkan isteri pertamanya akan dengan mudahnya pula melakukan hal yang sama pada wanita-wanita berikutnya?

Bukan Pilihan Cerdas

Oleh karenanya, merebut suami orang bukanlah pilihan cerdas ataupun realistis. Merebut suami orang adalah salah satu bentuk keserakahan dan tumpulnya akal karena disilaukan oleh harta dan nafsu yang membutakan.

Merebut suami orang tidak mungkin karena cinta. Karena cinta tidaklah buta, dan cinta tidak bisa dijadikan pembenaran bagi seorang wanita untuk bisa menghancurkan rumah tangga sebuah keluarga. Ingat, wanita adalah ciptaan yang mulia dan sebuah anugerah yang dipenuhi dengan segala kehormatan.

Maka janganlah seorang wanita rela merendahkan dirinya sendiri dan merebut suami orang dengan menjadi selingkuhan. Bukankah selalu ada jalan dari setiap kesulitan? Pikirkanlah lagi dan lagi, sebelum semuanya terlambat.

JODOH

IA tercipta tapi belum tentu menemukanmu
Ia ada tapi belum tentu mengenalmu
Ia mengenalmu tapi belum tentu menaruh rasa padamu
Ia menaruh rasa tapi belum tentu mengungkap "aku padamu"

Boleh jadi ia mengungkap cinta
Tapi bagaimana jika ia tak seperti yang kau harap-harap?
Boleh jadi ia seperti yang kau harap-harap
Tapi bagaimana bila ia tak sedikitpun terpaut pada pikatanmu?

Mungkin saja ia ada di depanmu
Tapi pandanganmu jauh di seberang hati yang lain
Mungkin saja ia selalu di sampingmu
Tapi tanganmu tak sekalipun menggenggam tangannya

Barangkali kau ingin si wajah rupawan nan menawan
Tapi yang ada adalah kawan sepermainan
Barangkali kau ingin si penghuni istana megah
Tapi yang datang adalah tetangga di sebelah rumah

Ada yang sudah jalan beriringan namun tak sampai kepertunangan
Ada yang sudah tunangan tapi tak sampai ke altar pernikahan
Ada yang sudah menikah namun dipisahkan oleh kematian
Ada yang terpisah maut namun ada juga yang pupus ditengah jalan

Ada banyak hati peyempuan yang menanti dipinang
Padahal jodoh tak hanya ditunggu kapan ia datang

Jodoh butuh ikhtiar agar kalian saling menemukan
Jangan berpangku tangan dibalik jendela hanya bermodalkan harapan
Jodoh butuh usaha agar kalian saling mengenal
Tapi bukan berarti harus menjual kenikmatan bak Lumpur Hidup binal

Dear kamu yang sampai kini biduknya belum berlayar
Dear kamu yang nahkodanya entah di mana
Don't worry...
Bukankah Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan?
Semoga segera saling menemukan
Semoga segera saling mengenal
Semoga segera menjalin cinta

Semoga segera bersatu dalam ikrar sehidup semati, selamanya...

Rabu, 13 Agustus 2014

Engkaukah jodohku

Suatu hari kamu bertanya padaku, "Kita berjodoh nggak ya? Aku sering sekali bertanya-tanya." Hm, aku tidak punya jawaban atas itu. Hanya Allah yang Maha Tahu yang bisa menjawabnya. Sering juga aku bertanya dalam setiap doaku, hanya pada-Nya aku bertanya. Tetapi semua memang undefined.

Tapi aku pernah mendengar suatu pepatah bahwa cinta sejati adalah sebuah pilihan. Semua terserah padamu, apa kau memilih untuk menjadikanku cinta sejatimu atau tidak. Aku mengerti tak mudah. Aku mengerti kamu masih ingin berkelana dalam pencarianmu. Tapi tidak aku di sini. Aku memang membiarkan hatiku memilih siapa saja kelak. Tapi aku harus mengingat bahwa aku pernah berkomitmen pada hatiku sendiri. Ya, sebuah komitmen yang sudah kumiliki jauh sebelum aku mengenalmu. Yang jelas aku mengerti satu hal, jodoh sudah diatur dengan sedemikian manis oleh-Nya.

Cukup aku memegang janji-Nya bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, begitu juga sebaliknya. What can I do? Ini hak prerogatif Allah. Aku hanya menjalankan komitmenku bahwa aku akan menjaga perasaan ini sebisa aku menjaganya, entah apa yang tejadi ke depan nanti. Aku hanya berusaha dan terus berusaha untuk menjadi seorang wanita yang layak dicintai.

Wahai yang bertanya padaku apakah aku ini jodohmu nanti, hilangkanlah keraguanmu. Tak ada yang perlu diragukan. Yakini saja janji-Nya. Dan jika memang aku benar yang kauinginkan, cukup jagalah hatimu sebaik-baiknya untukku. Titipkan pada-Nya, karena hanya Dia sebaik-sebaik Penjaga.

"Rabb, jika memang dia yang Kau titahkan menjadi tulang rusuk untuk menciptakanku, mudahkanlah jalan kami, teguhkanlah hati kami, dan jagalah diri kami dari segala yang Kau larang. Kuatkan ikatan kami, dekatkan jalan kami untuk sampai ke muara yang Kau ridhoi. Biarkan cinta kita tumbuh hanya karena-Mu. Namun jika bukan dia orang yang Kau pilihkan untukku, maka mudahkanlah hatiku untuk melepasnya. Berilah keikhlasan Ya Rabb. Lepaskan aku dari sesak yang mengikat nadiku. Hilangkan cinta yang tumbuh dengan cara-Mu yang indah, seindah Engkau menumbuhkannya di hati kami. Dan tetaplah jaga hati kami agar tetap di jalan-Mu."

Jumat, 08 Agustus 2014

Sepertinya,,masalah punya banyak teman.Sebab ia tak pernah sendiri

Hakikat dunia ini adalah masalah. Dengan banyaknya masalah maka terciptalah berbagai lapangan kerja dan profesi. Right..??

Nah, hakikat masalah yang membebani kehidupan kita adalah sebuah pesan yang datang dari Allah swt, sebuah pesan dari alam bawah sadar kita. Sebuah pesan yang berbunyi,

"Perbaiki diri, evaluasi diri, Tingkatkan ketakwaan, & mendekatlah pada-Ku, jalan menuju kemuliaan dirimu sudah Aku berikan lewat ujian masalah ini."

Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam kehidupan ini kita sering mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu daripadamemendam sakit hati kepada kehidupan, adalah lebih baik bila kita belajar untuk menyukai apapun yang kita dapatkan. Dengan menerapkan sikap ini kita sudah merubah posisi diri kita, yaitu bila kita suka berkeluh kesah ataupun marah-marah atas segala masalah kehidupan kita. Maka saat itu posisi diri kita adalah sebagai KORBAN. Sebagai object yang tidak berdaya mengahadapi kondisi dan situasi yang tidak menyenangkan.

Nah, alih-alih berkeluh kesah. Bukankah lebih baik Kita terima saja dengan ikhlas segala keadaan itu, toh... itu adalah situasi yang dimana kita sudah dalam posisi tidak bisa untuk menghindarinya. Mau tidak mau situasi itu harus kita lalui... Nah, dengan merubah sikap kita tersebut. Posisi kita berubah dari sekedar KORBAN, kita sekarang menjadiPELAKU atau Subject. Sebagai pelaku, maka kitapun punya kemampuan untuk merubah Masalah menjadi Berkah. 

Pandangan kita akan berubah, tidak lagi memandang masalah sebagai sebuah . Namun memandang masalah sebagai sebuah untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki keadaan, dan menghapus kesalahan di masa lalu. Sehingga dengan begitu kita malah bisa mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, atas masalah yang diberikan kepada kita. Yang dengan masalah itu bisa menjadi sebuah batu pijakan untuk kita meraih kesuksesan di masa mendatang. Inilah, ciri-ciri karakter orang-orang Sukses yang harus juga kita miliki.

Life is Never Flat
Kehidupan di dunia tidak pernah datar dan lurus-lurus saja. Life is never flat and life is never straight. Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses suatu saat ia harus besiap menghadapi kerugian. Pelajar yang pintar nan cerdas tidak akan selalu mendapatkan nilai di atas rata-rata, suatu saat ia harus siap dengan nilai yang tidak memuaskan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya dilanda kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati, tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan kunjung.

Ini adalah wujud bahwa semua yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah swt. secara berpasangan dan semuanya tidak pernah diam dalam suatu keadaan. Terus berputar, silih berganti.

Dua Macam UjianKita sering merasa bahagia jika yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang kita harapkan, sesuatu yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Kaya raya, bisnis sukses, memiliki tubuh yang selalu sehat, memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Itu adalah beberapa contoh harapan dan keinginan hidup.

Sebaliknya, kita merasa sengsara, sedih, dan berduka ketika mendapatkan segala hal yang tidak kita inginkan. Misalnya, sakit. Siapa yang mau sakit? Tidak akan ada kan, karena semua orang hanya menginginkan sehat. Misalnya juga bangkrut. Siapa pengusaha yang ingin usahanya gulung tikar? Oh... tidak bisa! Begitu kata Sule, he...he...he... Atau tidak lulus Ujian Nasional (UN) yang momok menakutkan bagi para pelajar kelas IX dan XII. Saya kira tidak ada pelajar yang ingin gagal UN, semuanya pasti hanya menginginkan satu kata saja tidak yang lain yaitu L-U-L-U-S alias lulus.

Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang sedang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Mau kesenangan atau kesengsaraan, mau kebahagiaan ataupun kesedihan, dua hal ini adalah ujian. Dan, memperkuat realitas tersebut, Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia adalah ruang ujian. Innaddun-yā dārul balā. Demikian tegasnya.

Saya cuma butuh "istirahat panjang ",

Malam ini malam keempat perang di antara kita terjadi. Dan belum juga ketemu solusinya.malam keempat juga aku tak tidur,malam keempat juga aku menaangis sampe kering,dan malam keempat juga aku merasakan sakit yang teramat dalam.
Aku kecewa,sangat kecewa.Itu yang bikin nyeseg dada. Meluruh ke mata lalu menjadikan nya banjir penuh luka.
Aku sangat mencintainya,laki laki yang berjanji melamarku beberapa bulan lalu,laki laki yang pernah memakaikan cincin di jari manisku,itu terjadi sebelum aku benar benar menggilainya,sebelum aku diam melakukan apapun untuknya,dia menjelma seperti orang yang memang Tuhan turunkan spesial buat aku,sengaja di turunkan buat memberi tahu bahwa keiklasaan dan kesabaran pasti ada hikmahnya.menjelma dengan segala atribut atribut yang meluluhkan rasa.Aku mulai jatuh cinta bukan sebatas itu, aku menggilainya.
Lambat laun,aku tak pernah bisa pisah sama dia,aku benar benar di bikin terbang,Begitu lincah dia menjalakan seluruh aksinya,begitu nurut dan selalu mengiyakan apapun yang aku pinta.
Itu dulu..
Sampai suatu waktu pengorbanan yang belum pernah aku lakukan seumur hidupku,aku lakukan .aku masih berusaha menguatkan hati,.
Semakin kesini,bukanya semakin menjaga, malah semakin semena mena. Jelmaan malaikat itu kini tidak ada lagi.tinggal sisa kenangan saat dia masih memperjuangkan cintaku.
Sempurna,sunggu takjum caramu.
Tinggal disini aku bersama sedikit harapan... semoga kata katamu bisa terbukti.

Senin, 04 Agustus 2014

GALAU (Gelisah Antara Lanjut Atau Udahan )

Ini nih yang suka bikin susah orang.  Bikin pusing. Dann, bikin galau.Kalau lanjut, udah gak sanggup, daan gak bisa disanggupin  lagi. Tapi kalau udahan..juga gak bisa. Susah. Kayanya sayang aja kalau udahan. Setelah apa yang udah kita lakuin selama ini. tapi, mau gimana lagi? Kita harus milih salah satu antara lanjut atau udahan.

Kalau lanjut, resikonya bisa ketabrak. Sama kaya pas naik motor atau mobil.  Kalau lanjut terus nanti tabrakan. Kaya hati, kalau lanjut biasanya suka tabrakan. Sama hati yang lain..

Udahan? Berhenti gitu? Mending kalau udah ada tumpangan. Kalau belum? Percuma. Pasti ujung-ujungnya bakal balik lagi ke dia.

Serius, ini bikin galau. Bagi yang ngerasain. Karna, kalau lanjut, belum tentu kita dapetin apa yang kita mau. Malah yang ada, makin hari makin sakit. Apalagi, kalau tau ternyata dia lagi pdkt sama seseorang. Jadi, selama ini dia nganggep kita apa? Batu? Yang ada banyak di jalanan. Cuma gak ada yang peduli. Dipeduliin kalau lagi sendirian doang..

Udahan? Kalau udahan, berarti selama ini kita buang-buang waktu doang dong?  Berharap sama sesuatu yang gak pasti. Ngegantungin perasaan kita buat orang yang gak peduli sama kita. Yang dengan enaknya suka sama orang lain.

Sebenernya, kita lagi ngomongin apa?

Sayangnya, orang yang selama ini kita suka. Nggak pernah nganggep kita ada. Nggak pernah ngerasain apa yang kita rasain. Gak peduli sama usaha-usaha kita. Mereka Cuma nganggep hal itu sepele. Gak ada apa-apanya. Malah dia bangga, kalau ternyata ada yang suka sama dia. Mereka jadiin kita, Cuma kaya patokan, kalau sebenernya mereka itu laku dipasaran. Harga bersaing lagi.

Lanjut itu gak gampang.  kayak orang bodoh tau gak. Ngelakuin hal yang sama. Dengan hasil yang sama. Cuma diulang-ulang doang. Pinter gak? Enggak kan? Nyiksa? Iyalah. Ngapain coba buang-buang waktu kita Cuma buat orang kaya dia. Jadi, intinya mending udahan aja. Terus cari yang baru. Yang bisa nerima kita apa adanya. Tapi, jangan jadiin pelarian juga. Kan kasian, dia gak tau apa-apa. Malah kita sakitin. Yagak?enggak. yaudah.  Jadi, mending move on ajadeh, daripada lanjut tapi gak dianggep. Cuma diliatiin doang, tapi gak disapa.  

Ternyata yang diliatin udah dari dulu, suka udah lama, nunggu udah lama, mendemnya juga udah lama. Hasilnya? Cuma ngekhyal doang kayanya. Ngayal dia punya perasaan yang sama ke kita.

Jumat, 01 Agustus 2014

Ada saatnya aku lelah

Aku duduk di sela sela angin sore ini.
Pikiranku masih dengan ucapan dokter sore tadi.Ada perasaan,marah,lalu terasa bulir bulir kebencian di hati.
Aku ingin sekali menyalahkan waktu,kenapa tak berhati hati menjaga ku, namun aku tau waktu akan terus berputar, mau baik atau tidak yang kita kerjakan dia tak akan menunggu.
Pernah juga sesekali aku liat poto di dompetku,ingin sekali aku memaki menyalahkan sosok itu,namun lagi lagi aku berpikiran tak ada guna.
Akhirnya sampai lah pada tahap aku menyalahkan diri ku sendiri, merenung bersama angin sore ini disertai sisa sisa penyelasan yang bikin sesak rongga dada hingga memaksa mengeluarkan butir butir air mata,aku kalah aku menangis lagi.
Aku tak pernah paham,apa yang sedang aku lakukan,kenapa aku sebodoh ini? Benar kata majikan ku,aku memang masih terlalu muda dan masih terlalu mudah untuk di bodohi.Aku dibodohi,iya mungkin saja.
Bukankah seseorang yang berjanji tanpa bukti berarti membodohi? Membohongi? Menipu? Kurang lebih seperti itu,aku masih terdiam di sini, duduk menangis disudut jendela.
Kadang diam,melamun, dan menangis sejadinya.

Sekarang semua udah terjadi,menyembunyikan semua ini adalah langkah yang aku ambil,aku tak menceritakan apapun, aku seakan akan baik baik saja,cuma itu yang perlu kamu tau bukan.Tak penting bagaimana sebenarnya kondisiku.
Dan aku sangat yakin kamu tak akan bisa berbuat banyak selain berjanji,berjanji,hingga aku kenyang.
Tapi,belum ada satupun janji yang di tepati.
Biarlah,aku dengan segenap yang aku rasa,biarlah aku dengan segenap penderitaan ini,kamu tak perlu tau apa apa. Hingga entah kapan,aku benar benar tak mampu lagi menahan nya,mungkin saat itu aku sudah tak ada.