Jumat, 01 Agustus 2014

Ada saatnya aku lelah

Aku duduk di sela sela angin sore ini.
Pikiranku masih dengan ucapan dokter sore tadi.Ada perasaan,marah,lalu terasa bulir bulir kebencian di hati.
Aku ingin sekali menyalahkan waktu,kenapa tak berhati hati menjaga ku, namun aku tau waktu akan terus berputar, mau baik atau tidak yang kita kerjakan dia tak akan menunggu.
Pernah juga sesekali aku liat poto di dompetku,ingin sekali aku memaki menyalahkan sosok itu,namun lagi lagi aku berpikiran tak ada guna.
Akhirnya sampai lah pada tahap aku menyalahkan diri ku sendiri, merenung bersama angin sore ini disertai sisa sisa penyelasan yang bikin sesak rongga dada hingga memaksa mengeluarkan butir butir air mata,aku kalah aku menangis lagi.
Aku tak pernah paham,apa yang sedang aku lakukan,kenapa aku sebodoh ini? Benar kata majikan ku,aku memang masih terlalu muda dan masih terlalu mudah untuk di bodohi.Aku dibodohi,iya mungkin saja.
Bukankah seseorang yang berjanji tanpa bukti berarti membodohi? Membohongi? Menipu? Kurang lebih seperti itu,aku masih terdiam di sini, duduk menangis disudut jendela.
Kadang diam,melamun, dan menangis sejadinya.

Sekarang semua udah terjadi,menyembunyikan semua ini adalah langkah yang aku ambil,aku tak menceritakan apapun, aku seakan akan baik baik saja,cuma itu yang perlu kamu tau bukan.Tak penting bagaimana sebenarnya kondisiku.
Dan aku sangat yakin kamu tak akan bisa berbuat banyak selain berjanji,berjanji,hingga aku kenyang.
Tapi,belum ada satupun janji yang di tepati.
Biarlah,aku dengan segenap yang aku rasa,biarlah aku dengan segenap penderitaan ini,kamu tak perlu tau apa apa. Hingga entah kapan,aku benar benar tak mampu lagi menahan nya,mungkin saat itu aku sudah tak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar