Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita.
Tidaklah mengapa orang lain menilai kita jauh dari apa yg ada di dalam hati kita.
Segala kebaikan ke semua makhluk ciptaan Tuhan diniatkan hanya untuk Tuhan, ikhlas, bukan mengharap pujian, bukan karena takut cap buruk dari orang lain
Belajar ikhlas, jika masih ada orang yg susah mempercayai kita dan berprasangka negatif. Padahal sudah berniat baik menolong dan jujur
Biarlah menjadi urusan dia dengan Tuhannya. Tak perlu kau kerahkan energi untuk menjelaskan kebaikan atau kejujuranmu
Pada akhirnya keikhlasan pada Tuhan yg menyelamatkan kita, wujud syukur atas cinta/ kebaikan yang Tuhan berikan.
Karena sekalipun saat ini Tuhan memberikan kisah hidup yang sedih, sulit, itulah cara Tuhan menguatkan kita dan tetap ingat akan keberadaan DIA
Hidup susah kita tidak seberapa dibandingkan Nabi Ayub, sementara kita bukanlah nabi yang akhlaknya sebaik Ayub. Lalu mengapa sedih jika orang lain menganggap hidup susah ini karena kita pendosa?
Belajarlah pada Nabi Ayub
Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita di akhirat nanti
Yang lain hanyalah perantara kita untuk membalas kebaikan ALLAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar