Senin, 15 Desember 2014

Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita

Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita. 

Tidaklah mengapa orang lain menilai kita jauh dari apa yg ada di dalam hati kita. 

Segala kebaikan ke semua makhluk ciptaan Tuhan diniatkan hanya untuk Tuhan, ikhlas, bukan mengharap pujian, bukan karena takut cap buruk dari orang lain

Belajar ikhlas, jika masih ada orang yg susah mempercayai kita dan berprasangka negatif. Padahal sudah berniat baik menolong dan jujur

Biarlah menjadi urusan dia dengan Tuhannya. Tak perlu kau kerahkan energi untuk menjelaskan kebaikan atau kejujuranmu

Pada akhirnya keikhlasan pada Tuhan yg menyelamatkan kita, wujud syukur atas cinta/ kebaikan yang Tuhan berikan. 

Karena sekalipun saat ini Tuhan memberikan kisah hidup yang sedih, sulit, itulah cara Tuhan menguatkan kita dan tetap ingat akan keberadaan DIA

Hidup susah kita tidak seberapa dibandingkan Nabi Ayub, sementara kita bukanlah nabi yang akhlaknya sebaik Ayub. Lalu mengapa sedih jika orang lain menganggap hidup susah ini karena kita pendosa?

Belajarlah pada Nabi Ayub

Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita di akhirat nanti

Yang lain hanyalah perantara kita untuk membalas kebaikan ALLAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar