Sabtu, 19 Juli 2014

Aku dan kebosananku

Saat ini hidupku sama membosankannya seperti warna abu-abu. Oke, aku tidak bermaksud ingin menjelekkan salah satu warna, karena toh bagaimanapun juga abu-abu salah satu warna yang mendominasi lemari bajuku selain warna coklat tua.

Bukan seperti itu. Saat ini aku hanya sedang bertanya-tanya mengapa aku merasa bosan dengan apapun yang kulakukan. Kau tahu kan, bahkan menonton film dan membaca buku saat ini terasa salah, seolah tidak ada yang bisa membuatku bersemangat dan bergembira. Oke, aku sedang tidak ingin mengeluh atau bagaimana (meskipun menulis ini dapat dikategorikan sebagai salah satu cara mengeluh yang paling sempurna), kau tahu kan, aku hanya ingin sedikit bercerita. Bahkan saat menulis ini, perasaan gembira yang biasanya aku dapatkan saat aku menulis sudah hilang. Lenyap begitu saja. Rasanya menulis saat ini bahkan telah berubah menjadi semacam keharusan alih-alih sebagai salah satu bentuk penghiburan dan sumber kebahagiaanku.

Aku hanya tidak tahu apa yang sedang terjadi pada diriku, karena sejujurnya, saat ini aku bahkan tidak memiliki keinginan apa-apa, kecuali keinginan yang melibatkan banyak waktu dan uang, pulang ke indonesia  misalnya. Tapi untuk saat ini pulang ke indonesia atau ke mana saja rasanya sama mustahilnya seperti memakan kertas. Bagiku setiap hari rasanya hanya semacam kumpulan waktu yang berdetik dan tidak bernada.

Kurasa saat ini aku hanya sedang kehilangan sebuah alasan dan tujuan, kendati jika dipikir-pikir lagi, kehilangan sebuah alasan juga merupakan salah satu alasan dan pembenaran. Kau tahu kan, kurasa aku hanya membutuhkan semacam “kejutan” yang tidak bisa terduga kapan dan di mana serta bagaimana bentuk kejutan tersebut.

Jadi yah, pada akhirnya aku selalu sampai pada kesimpulan seperti ini : ” dear life, why don’t you give me something exciting and unpredictable ? “

 

1 komentar: