Saat kamu mulai merasa jenuh dengan hubungan ini, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku masih menginginkan hubungan ini terus berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Namun terkadang aku masih merasa ragu dan butuh diyakinkan olehmu.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan sms-sms yang masuk ke inbox hpmu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku masih mengharapkan kamu memberi kabar, mengatakan bahwa kamu baik-baik saja, atau sekedar mengucapkan “I love you” kepadaku.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan teleponku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu ingin mendengarkan suaramu, sekedar ditemani ngobrol, atau sekedar memberitahu keberadaanmu dan memastikan semua “perintah”ku akan kamu laksanakan.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan nasihat-nasihat dariku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku bukannya sok tahu dan sok menggurui, aku hanya ingin kamu berubah lebih baik, lebih peduli dengan masa depan kamu, dan bisa mewujudkan impian kamu, keluarga kamu, dan impian kita.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan omonganku yang itu-itu saja, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku bukannya sudah pikun, aku hanya ingin kamu melakukan apa yang perlu kamu lakukan atau menepati apa yang telah kamu janjikan.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan perhatian-perhatian yang aku berikan, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu berusaha membuat kamu merasa nyaman dan selalu ada untuk kamu.
Saat kamu mulai merasa jenuh mendengar leluconku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu berusaha membuatmu tertawa di tengah masalah yang tengah kamu alami.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan omelan dan caraku memprotes sikapmu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku berusaha untuk selalu sabar menghadapi semuanya, meski terkadang aku kehilangan kesabaran dan bersikap diluar kontrolku.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan caraku mencintaimu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu berusaha membuat kamu jatuh cinta kepadaku, meski terkadang aku menjengkelkan, namun mengertilah aku selalu berusaha membuatmu nyaman ketika bersamaku.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan tuntutan-tuntutanku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku menuntut bukan tanpa alasan, mungkin kamu pernah menjanjikan sesuatu dan ternyata tidak kamu tepati. Bukan untukku, tapi lebih untukmu.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan sikapku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu punya alasan jelas kenapa aku bersikap seperti itu. Mengertilah, mungkin saat itu ada yang tidak aku suka dari caramu.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan cerita-ceritaku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu berharap kamu juga melakukan hal yang sama, bercerita tentang hari-harimu, tentangmu dan masalah-masalahmu dan berharap bisa meringankan bebanmu.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan keluhanku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku berusaha menelan semuanya sendiri dan tidak melibatkan kamu dalam masalahku, namun terkadang aku butuh tempat untuk berbagi dan akhirnya melibatkan kamu.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan tingkah manjaku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu ingin disayangi dan diperhatikan olehmu.
Saat kamu mulai merasa jenuh dengan diamku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mulai merasa lelah dan ingin kamu datang menguatkanku.
Dan saat kamu mulai merasa jenuh dengan semua tentangku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu berusaha memperbaiki semuanya dan berharap semua akan baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar